HUKUM,SYARAT,RUKUN DAN CARA-CARA SHALAT JENAZAH
HUKUM,SYARAT,RUKUN DAN CARA-CARA SHALAT
JENAZAH
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un ("Sesungguhnya
kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah SWT. jualah kami
kembali").
Lafadz/Bacaan tersebut sebaiknya
diucapkan seorang muslim yang apabila tertimpa musibah atau menerima kabar duka
cita seseorang (muslim). Umat Islam mempercayai bahwa Allah SWT. adalah Esa
yang Maha memberi dan Maha mengambil, oleh karenanya, kita sebagai seorang
muslim harus berserah diri dan bersyukur kepada Allah SWT. atas segala apa yang
kita terima.
Saya menulis tentang Hukum, Syarat, Rukun dan Cara Melaksanakan Shalat
Jenazah karena terinspirasi dari begitu seringnya saya mendengar kabar duka
cita ditempat saya tinggal. dan seorang muslim yang masih hidup mempunyai
kewajiban untuk membantu keluarga duka dalam hal pengurusan jenazah
(mensucikan, mengkafankan, menshalatkan dan sampai proses penguburan jenazah
selesai), lebih afdhalnya jika yang meninggal ayah/ibu kita, sebagai seorang
anak kita harus mengerti dan pandai untuk pengurusan jenazah orang tua
kita.
Rasullah SWA., Bersabda :
" Barang siapa yang menghadiri/melayat jenazah sampai jenazah itu selesai di Shalati, maka ia mendapatkan satu qirath. dan barang siapa yang menghadirinya sampai jenazah itu selesai di makamkan, maka ia mendapatkan dua qirath" (Hr. Abu Hurairah).
Oleh karenanya saya ingin berbagi ilmu tentang Hukum, Syarat, Rukun dan Cara Melaksanakan Shalat Jenazah yang saya dapat dari pengajian-pengajian dan hasil tanya jawab dengan ustadz/guru ngaji.
Rasullah SWA., Bersabda :
" Barang siapa yang menghadiri/melayat jenazah sampai jenazah itu selesai di Shalati, maka ia mendapatkan satu qirath. dan barang siapa yang menghadirinya sampai jenazah itu selesai di makamkan, maka ia mendapatkan dua qirath" (Hr. Abu Hurairah).
Oleh karenanya saya ingin berbagi ilmu tentang Hukum, Syarat, Rukun dan Cara Melaksanakan Shalat Jenazah yang saya dapat dari pengajian-pengajian dan hasil tanya jawab dengan ustadz/guru ngaji.
1. Hukum Shalat Jenazah
Shalat Jenazah termasuk dari macam-macam shalat-shalat sunnah, shalat jenazah dilakukan umat islam jika ada seseorang (muslim) lainnya yang meninggal dunia. Hukum Shalat Jenazah adalah "Fardhu Kifayah" artinya jika tidak ada yang menshalati jenazah yang masih hidup semuanya berdosa.
2. Syarat shalat jenazah
·
Shalat jenazah sama halnya dengan shalat Fardhu/Sunnah yaitu dalam hal
diwajibkan menutupi aurat, suci dari hadats besar/kecil, suci badan, suci
pakaian dan tempatnya dan harus menghadap kiblat.
·
Jenazah harus sudah dimandikan/disucikan dan dikafankan, jenazah diletakan
sebelah kiblat/didepan orang yang menshalatkan, kecuali kalaushalat dilakukan
di kubur/shalat ghaib.
3. Rukun dan Cara-cara Shalat Jenazah
Shalat jenazah berbeda dengan shalat fardhu/sunnah, shalat jenazah tidak dengan adzan/iqamat, ruku', sujud, i'tidal dan tahiyyat. Shalat jenazah dilakukan hanya dengan empat takbir dan dua salam dilakukan dalam keadaan berdiri.
Cara-cara shalat jenazah :
a. Niat
Shalat jenazah sama seperti shalat fardhu/sunnah harus diawali dengan niat, tidak sah shalat seseorang jika tidak diawali dengan niat. dan niatnya adalah semata-mata hanya untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
Niat untuk jenazah laki-laki :
"Ushalli 'alaa haadzal mayyiti arba'a
takbiiraatin fardhal kifaayati lillaahi ta'aalaa"
Artinya : Saya niat shalat atas mayyit (laki-laki) ini empat takbir fardhu
kifayah karena Allah SWT.
Niat untuk jenazah perempuan :
Niat untuk jenazah perempuan :
"Ushalli 'alaa haadzihil maytati
arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati lillaahi ta'aalaa"
Artinya : Saya niat shalat atas mayyit (perempuan) ini empat takbir fardhu
kifayah karena Allah SWT.
b. Takbiratul ihram (Allaahu
Akbar) / Takbir pertama
Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) / takbir pertama diteruskan membaca Surat Al-Fatihah sampai dengan selesai.
C. Takbiratul ihram (Allaahu
Akbar) / Takbir kedua
Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) / takbir kedua diteruskan dengan membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW.:
"Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad"
Artinya : "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW., beserta keluarganya".
Pembacaan Shalawat lebih sempurnanya sebagai berikut :
"Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad. kamaa shallaita 'alaa ibraahiim, wa 'alaa ali ibraahiim. wabaarik 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad. kamaa baarakta 'alaa ibraahiim, wa 'alaa ali ibraahiim. Fil 'alaamiina innaka hamiidummajiid"
Artinya : "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW., beserta keluarganya. Sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada kepada Nabi Ibrahim AS., dan keluarganya. dan limpahkanlah berkat atas Nabi Muhammad SAW., besrta keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkat atas Nabi Ibrahim AS., dan keluarganya. di seluruh alam semeta Engkaulah yang Maha Terpuji dan Maha Mulia".
D. Takbiratul ihram (Allaahu
Akbar) / Takbir ketiga
Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) /
takbir ketiga diteruskan membaca Do'a :
"Allaahummaghfir lahu
(haa) warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa)".
Artinya : " Ya Allah,
ampunilah dia, kasianilah dia sejahterakanlah dia dan ampunilah segala dosa dan
kesalahannya".
Pembacaan Do'a lebih sempurnanya sebagai
berikut :
"Allaahummaghfir lahu (haa)
warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wa
wassi' madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil maa-i wats tsalji wal baradi wa
naqqihi (haa) minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi wa
abdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi
(haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa qihi (haa) fitnatal qabri wa
'adzaaban naar".
Artinya : "Ya Allah,
ampunilah dia, kasianilah dia, sejahterakanlah dia dan ampunilah segala dosa
dan kesalahannya, hormatilah/mulyakanlah kedatangannya, luaskanlah tempat
tinggalnya dan bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia
dari segala dosa sebagaimana kain putih bersih dari segala kotoran, gantikanlah
baginya rumah yang lebih baik dari yang terdahulu, dan gantikanlah baginya ahli
keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluarga yang terdahulu dan peliharalah
(hindarkanlah) ia dari siksa kubur dan azab neraka".
Pembacaan Do'a jika jenazah masih
anak-anak sebagai berikut :
"Allaahummaj'alhu farathan li
abawaihi wa salafan wa dzukhran wa'izhatan wa'tibaaran wa syafii'an wa tsaqqil
bihii mawaaziinahumaa wafrighis shabra 'alaa quluubihimaa walaa taftinhumaa
ba'dahu walaa tahrimnaa ajrahu".
Artinya : "Ya Allah,
jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya, dan sebagai
titipan kebajikan yang didahulukan, dan pengajaran ibarat serta syafa'at abgi
orang tuanya. Beratkanlah timbangan ibu bapaknya karenanya, berilah kesabaran
dalam hati mereka. dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya
sepeninggalnya dan janganlah Engkau menghalangi pahala kepada kedua orang
tuanya".
Keterangan :
·
Lafadz/bacaan hu contoh Allaahummaghfir lahu jika jenazahnya
laki-laki
·
jika jenazahnya perempuan lafadz/bacaannya ha contoh Allaahummaghfir lahaa.
·
Ejaan farathan dibaca farodon, dzukhran dibaca zuhron, wa'tibaaran dibaca wa'tibaaron,shabra dibaca sobro.
E. Takbiratul ihram (Allaahu
Akbar) / Takbir keempat
Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) /
takbir keempat diteruskan membaca Do'a :
" Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu
(haa) walaa taftinaa ba'dahu (haa) waghfir lanaa wa lahu (haa)".
Pembacaan Do'a lebih sempurnanya sebagai
berikut :
" Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu
(haa) walaa taftinaa ba'dahu (haa) waghfir lanaa wa lahu (haa) wa
li-ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj'al fii quluubinaa
ghillal lil-ladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim".
Artinya : " Ya Allah, janganlah
kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, janganlah Engkau memberi kami
fitnah sepeninggalnya, ampunilah kami dan dia serta bagi saudara-saudara kami
yang mendahului kami dengan iman, janganlah Engkau menjadikan gelisah dalam
hati terhadap orang-orang yang beriman, Ya Allah ya tuhan kami, sesungguhnya
engkau Maha Pengampun juga Maha Penyayang".
F. Mengucapkan Salam
Terakhir mengucapkan slam sambil
menengokkan muka kekanan dan kekiri dengan bacaan :
"Assalaamu 'alaikum wa rahmatul laahi
wa barakaatuh"
Artinya : "Keselamatan,
Rahmat dan Berkat Allah SWT., semoga tetap pada kamu sekalian".
.png)







0 komentar: